Senin, 11 April 2011

Sejarah konstantinopel/byzantium sampai kejatuhannya, prediksi Rasulullah, Imam Al Mahdi, Bangsa Arab, Bangsa Persia, invasi besar-besaran Amerika ke Afganistan dan Irak, dan akhir zaman,,,,,, Berhubungankah? Part 2



 Kali ini kita akan melanjutkan postingan semalam. Tapi sebelum kita melanjutkannya, ada baiknya kalau kalian lihat dulu postingan sebelumnya disini..

Sudah? Langsung aja tancap bro………….

Bani Ishaq Pasukan Penakluk Konstantinopel Di Akhir Zaman

Salah satu isyarat dari Rasulullah SAW tentang akhir zaman adalah penaklukan Konstantinopel untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu , negeri Turki akan kembali kepada kekuasaan umat islam hingga terbitnya matahari dari barat.

Bila penaklukan Konstantinopel pada masa sultan Muhammad Al-Fatih di era Khilafah Utsmaniyah terjadi lewat peperangan yang dahsyat, dengan mengerahkan pasukan besar yang didukung oleh peralatan perang yang paling modern di zamannya. Tidak demikian halnya dengan penaklukan Konstantinopel di akhir zaman yang kelak terjadi di era Al Mahdi. Penaklukan Konstantinopel pasca Al-Malhamah Al-Kubra merupakan kejadian yang di luar kebiasaan manusia. Penaklukan yang unik ini dilakukan oleh 70.000 orang Bani Ishaq tanpa menggunakan pedang dan tombak, apalagi menggunakan senjata-senjata berat. Mereka hanya menggunakan takbir dan tahlil, maka terbukalah benteng Konstantinopel. Di saat tentara Al Mahdi tengah mengumpulkan ghanimah, tiba-tiba terbetik kabar bahwa Dajjal telah muncul.

Pertanyaannya sekarang adalah siapa sebenarnya Bani Ishaq? Para penulis tentang fitnah di akhir zaman banyak yang berbeda pendapat tentang siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq. Salah satu penulis menyebutkan bahwa mereka adalah Bangsa Romawi yang masuk Islam di akhir zaman, namun sebagian penulis yang lain mengatakan bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Pendapat ini dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Katsir.

Sekarang mari kita mengenal lebih detail tentang Bani Ishaq:

 Untuk mengetahui siapakah sebenarnya Bani Ishaq kita perlu menelaah kembali buku-buku sejarah masa silam, terutama tentang perjalanan Nabi Ibrahim AS. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir, bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al-Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Maka sangat keliru orang yang menyebutkan bahwa Bani Ishaq adalah bangsa Rum atau keturunan Yahudi yang masuk Islam. Untuk bangsa Rum Rasulullah SAW menyebut mereka sebagai Bani Ashfar, sebagian dari mereka ada yang masuk islam di zaman Al-Mahdi sehingga membuat kawan-kawan yang setanah air dengan mereka menjadi marah dan menginginkan agar kaum muslimin menyerahkan mereka kembali. Namun kaum muslimin tidak menyerahkan sebagian Bani Ashfar itu kepada bangsa Rum. Bani Ishaq juga bukan keturunan Israel, sebab Bani Israel kemunculannya adalah setelah nabi Ishaq.

Maka disini kita dapat menyimpulkan bahwa Bani Ishaq yang disebutkan Rasulullah SAW sebagai pembebas Konstantin adalah keturunan Ish bin Ishaq bin Ibrahim, sedangkan Bani Israel adalah keturunan Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim. Mereka (bani ishaq) adalah sisa-sisa pasukan islam dari madinah yang menang dalam pertempuran terdahsyat melawan bangsa Rum dalam Malhamah Kubra. Mereka (bani ishaq) inilah yang dikatakan oleh Rasulullah SAW sebagai pasukan “yang tidak akan terkena fitnah selamanya atau tidak akan tersesat selamanya”. Maka, sungguh sangat keliru juika Bani Ishaq adalah mereka (bangsa eropa) yang masuk islam lalu bergabung dengan pasukan Al-Mahdi.

Kemungkinan yang paling logis disini adalah keturunan Ish ini kemudian menyebar di wilayah khurasan (Afganistan, Pakistan, Kashmir, Iraq, dan Iran). Mereka adalah kaum muslimin yang ketika berita Al-Mahdi telah dating segera menyambutnya dan memberikan pertolongan kepadanya. Mereka adalah pasukan berbendera hitam (ashhabu rayati Suud) yang membai’at Al-Mahdi dan menjadi pengikutnya. Sebelum terjadinya penaklukan Konstantin, mereka adalah umat islam yang selalu menyertai dalam semua penaklukannya, termasuk dalam penaklukan Jazirah Arab.

Pengikut Al-Mahdi bukan hanya dari pasukan bendera hitam, banyak umat islam lain turut bergabung pada awal kemunculannya. Namun seiring perjalanan waktu, sebagian dari mereka ada yang tidak sanggup bertahan menjalani kehidupan bersama Al-Mahdi, karena beratnya beban jihad yang harus dipikul. Puncak pengkristalan pasukan Al-Mahdi adalah dalam peristiwa perang Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq, dimana saat itu 1/3 pasukan Al-Mahdi murtad dan mundur dari peperangan, 1/3 pasukan lagi mendapatkan syahadah, dan sisanya adalah 1/3 pasukan. Sisa pasukan itulah yang terus bertahan bersama Al-Mahdi dalam pertempuran berikutnya. Jumlah 1/3 pasukan itulah yang disebutkan oleh Rasulullah SAW sebagai manusia terbaik yang hidup di dunia. Mereka datang dari kota madinah. Namun mereka bukan penduduk madinah asli, tetapi mereka adalah umat islam yang datang dari arah timur (khurasan). Dalam penaklukan Jazirah Arab, mereka terus-menerus mendapatkan kemenangan hingga akhirnya selama beberapa waktu mereka tinggal di Madinah.

Jadi secara teori Bani Ishaq adalah penduduk Madinah yang setia menemani Al-Mahdi sejak mereka memba’iatnya. Mereka adalah pemilik bendera hitam yang datang dari Khurasan untuk mengukuhkan kekuasaan Al-Mahdi dan membebaskan Jazirah Arab lalu menetap di dalamnya selama beberapa masa. Mereka inilah yang kelak menaklukan negeri Konstantinopel dengan 70.000 pasukan.

Ada beberapa nash yang mengisyaratkan hal itu, dimana penduduk khurasan (Persia) kelak akan menggantikan orang-orang madinah asli. Mereka akan menggapai apa yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW kepada mereka. Bukankah beliau pernah bersabda: “seandainya ilmu (agama) itu berada di bintang Tsuraya, niscaya akan menggapainya orang-orang dari keturunan Persia”.

Prediksi bahwa penduduk arab akan digantikan oleh bangsa lain telah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa riwayat, di antaranya sebagaimana disebutkan oleh imam Tirmidzi dalam Al Miskat:
Ketika turun ayat 38 surah Muhammad, “jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”. Maka sebagian sahabat bertanya, “ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kududukan) kita?”. Nabi meletakan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggamannya, jika agama ini bertaburan di Tsuraya, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya”.

Dalam riwayat di atas, para sahabat khawatir setelah turunnya surah Muhammad ayat 38. Mereka khawatir bila diganti kaum lain, sehingga para sahabat bertanya pada Rasulullah, “bila kami diganti kaum lain, siapakah mereka ya Rasulullah?” maka, Rasulullah menjawab, “sebagian kaum Persia”.
Nash di atas menunjukan bahwa yang akan menggantikan bangsa Arab adalah sebagian penduduk Persia, bukan seluruh Persia. Bisa jadi Persia Iran, Persia Iraq, Persia Afganistan, atau Persia Pakistan. Wallahu’alam.

Merekalah yang akan menggantikan kedudukan orang Arab di Jazirah, sampai akhirnya mereka menjadi penduduk terbaik di bumi yang berasal dari madinah. Melalui tangan mereka Rum dikalahkan dan Konstantin ditaklukan.

Kapankah Peristiwa pergantian penduduk di Jazirah Itu Terjadi?

Besar kemungkinan peristiwa tersebut terjadi pada zaman Al-Mahdi, dimana saat kemunculan Al-Mahdi adalah saat manusia berselisih dan bertikai, kondisi umat islam secara umum dalam puncak kehinaan dan terus di dzalimi. Sementara penduduk Arab justru terbuai dengan dunia karena kemewahan hidup dan melimpahnya kekayaan mereka. Agama sudah banyak ditinggalkan dan perwalian mereka sudah digadaikan kepada bangsa barat.

Akibatnya Allah mengganti mereka dengan kaum lain yang tidak seperti mereka. Berdasarkan hadits tersebut, maka orang-orang keturunan Arab di Jazirah akan digantikan kedudukannya oleh sebagian orang Persia (kemungkinan adalah sebagian penduduk Khurasan dari wilayah Afganistan, Pakistan, Iraq, dan Iran). Hal ini akan terjadi pada zamannya Al-Mahdi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ashabu Rayati Suud, Rasulullah SAW bersabda, “akan berperang tiga orang disisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun diantara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka memerangi kamu (orang arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifah Allah Al-Mahdi”. (HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no.4074)

Jadi kesimpulannya Bani Ishaq adalah orang Persia (khurasan). Imam Nawawi dalam syarahnya tentang 70 ribu Bani Ishaq berpendapat bahwa, “penduduk (farisi) Persia adalah orang-orang yang dimaksud dengan keturunan Ishaq”. Al-Mas’udi dalam kitabnya yang berjudul Muruj adz-Dzahab berpendapat, “orang-orang yang mengerti tentang jalur-jalur nasab orang Arab dan para hukama menetapkan bahwa asal-usul orang Persia adalah Ish keturunan Ishaq putra Nabi Ibrahim.
Wallahu a’lam bish shawab


Invasi Amerika Ke Afghanistan dan Irak

Apakah benar amerika melakukan invasi ke Afghanistan hanya untuk mencari Osama Bin Laden (Al Qaeda) dan Taliban, ataukah ada sesuatu yang lain? Dan mengapa Amerika juga menyerang Iraq dengan alasan mencari senjata pemusnah massal yang katanya dimiliki oleh Iraq?

Dan sekarang coba kita lihat hasil yang telah digapai oleh amerika? Apakah mereka telah berhasil menggapai tujuan mereka setelah menginvasi dua Negara itu? Sepertinya tidak.
Begitu banyak korban jiwa yang ditimbulkan akibat serangan Amerika ini, hanya karena alasan yang tidak begitu jelas dan hasil yang nihil.

coba kita lihat hasil dan beberapa kejanggalan dari serangan amerika:

-Sampai saat ini Osama Bin Laden tidak pernah tertangkap atau terbunuh dan masih buron, sedangkan jaringan Al-Qaeda dan Taliban masih sering menampakan mukanya.

-Dan Amerika sama sekali tidak menemukan senjata pemusnah massal yang mereka klaim ada di Negara Iraq tersebut

-Banyak konspirasi yang mengatakan bahwa peristiwa 911 itu dibuat-buat untuk menginvasi Negara Iraq dan Afghanistan
 
-Ada juga konspirasi yang mengatakan Amerika menginvasi Iraq hanya untuk mengambil kunci gerbang stargate yang menghubungkan dengan planet Nibiru yang katanya datang pada tahun 2012

-Kenapa negara-negara yang berada di Jazirah Arab seolah-olah acuh saja dengan invasi yang dilakukan amerika tersebut

Setelah kita melihat serangkaian kejadian dan konspirasi di atas, kita semakin bertanya-tanya. Apa sebenarnya yang dicari oleh Amerika? Apakah ini berhubungan dengan bangsa keturunan Persia sehingga Negara yang berada di Jazirah Arab merasa takut? Atau mereka justru senang dengan invasi yang dilakukan amerika ke dua Negara tersebut untuk melindungi mereka dari bangsa Persia yang telah diprediksi Rasulullah SAW sebagai Bani Ishaq yang akan menaklukan konstantinopel lagi pada akhir zaman?

Dapatkah kalian memetik sesuatu dari artikel di atas?

Tapi disini saya tidak meminta anda untuk percaya sama saya, karena itu semua kembali pada anda semua.





//mohon perhatian !!! boleh copypaste tapi kalau anda tidak keberatan tolong sertakan linkback ke blog ini//

Artikel Terkait



7 komentar:

Dewabrata mengatakan...

Sedikit menambahkan saja.
Saya rasa orang2 yahudi (berasal dari israel) di amerika telah mengetahui akan ramalan tentang kehancuran mereka oleh para khurasan yang telah di di sabdakan Rasulullah SAW.
Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa kehancuran israel menandakan akhir jaman.
Maka banyak lah negara2 yang berusaha menjaha eksistensi negara israel tersebut. Dan yang paling nyata adalah amerika dan konspirasi 9/11 nya.
Hingga sekarangpun masih di lakukan perang melawan Taliban dan Al-Qaeda trsebut.

Karena dalam peta khurasan sangat mirip dengan afghanistan, maka saya yakin merekalah pejuang2 yang akan menegakkan islam di dunia ini. Maka sudah sepantasnyalah kita sebagai saudara mereka membantu dengan tetap berdoa dan berdzikir.
Dan jangan pernah terhasut2 propaganda dan berita2 yang menjelekkan citra para pejuang tersebut, karena saya yakin apa yang mereka lakukan itu benar.

Apapun yang akan di lakukan orang2 yahudi, yakinlah bahwa janji Allah dan Rasul nya pasti akan terlaksana.

Anonim mengatakan...

FAJAR

Penaklukan Konstantinopel pasca Al-Malhamah Al-Kubra merupakan kejadian yang di luar kebiasaan manusia. Penaklukan yang unik ini dilakukan oleh 70.000 orang Bani Ishaq tanpa menggunakan pedang dan tombak, apalagi menggunakan senjata-senjata berat. Mereka hanya menggunakan takbir dan tahlil, maka terbukalah benteng Konstantinopel.
buat wrong dimension ditunggu kabarnya, Kapan bendera Hitam mulai DiKibarkan, gua mau ikut BERJIHAD.

Raffa Inter mengatakan...

Semoga Bangsa Amerika Ditenggelamkan layaknya Benua Atlantis.

Rnl mengatakan...

@raffa inter, AMIN
JADI APA MAUNYA AMERIKA ITU???

Anonim mengatakan...

Konstantinopel jatuh karna kondisi saat itu Roma barat juga sedang colapse,, negara2 eropa belum bersatu,, karena clan2 dan negara negara eropa belum menyadari begitu bahaya paham agama yang menyerang konstantinopel,
namun akhirnya eropa pelan-pelan sadar akan bahaya tersebut,, hingga akhirnya timbul pasukan-pasukan charlemagne, saint jhon, dll yang bertekad menahan eropa . sampai sekarang pun turki tidak diterima sebagai eropa.
dan tiba-tib a datang pasukan berkuda bangsa tar-tar membumihaguskan kerajaan-kerajaan arabian.. jadi kita lihat siapa yang teriak2 jaya teriak2 maju tapi malah semakin mundur jauh dari segala bidang,, bahkan kompetisi olahraga sekalipun yang sifatnya fair, olimpiade , bola fifa,, tapi tetap tidak mau menyadari apa yang membuatnya semakin mundur semakin rusuh, semakin konflik dimana2,,, ???
lambat laun akan punah...

Anonim mengatakan...

benar2 komentar tolol diatas!! kalau tidak ada perang salib dimana para ksatria kristen banyak mencuri manuscript2 ilmu pengetahuan dari timur, eropa akan menjadi terbelakang sampai sekarang!! dan sekarang lihat dengan otak tolollu dimana amrik dan uni eropa sudah memasuki krisis ekonomi baru. Lihat juga dimana Turki mengalamai perkembangan ekonomi yang pesat sejak lima tahun terakhir

Anonim mengatakan...

wallahu a'lam....

Poskan Komentar

Berkomentarlah secara bijak, komentar tentang agama tidak apa-apa asalkan tidak menyinggung, menghujat, mengejek agama lain.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons